post-image

Cegah Hipertensi, Mahasiswa KKN PK Unhas Gelar Skrining di Kelurahan Arawa

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN PK) Ke-69 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja individu di Kelurahan Arawa, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Senin (20/7).

Program yang dilaksanakan bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini hipertensi melalui pemeriksaan tekanan darah secara berkala yang dipadukan dengan edukasi kesehatan. Penanggung jawab program, Amirah Andini Putri, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan respons terhadap tingginya kasus hipertensi di wilayah kerja UPT Puskesmas Lawawoi.

“Hipertensi esensial menempati urutan kedua dari sepuluh penyakit terbanyak berdasarkan Laporan Bulanan Kesakitan Terbanyak UPT Puskesmas Lawawoi bulan Juni 2026,” ujar Amirah.

Kegiatan ini diikuti masyarakat Kelurahan Arawa berusia 18 tahun ke atas melalui tahapan registrasi, pre-test, edukasi kesehatan, post-test, hingga skrining tekanan darah. Edukasi disampaikan menggunakan buku saku hipertensi yang membahas faktor risiko, gejala, komplikasi, pencegahan, pengendalian hipertensi, serta penerapan perilaku CERDIK dan PATUH.

Setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, peserta menerima buku saku hipertensi dan kartu kontrol tekanan darah sebagai media pembelajaran sekaligus pencatatan hasil pemeriksaan yang dapat digunakan saat pemeriksaan rutin di Posbindu PTM, Posyandu Lansia, Puskesmas, maupun fasilitas kesehatan lainnya. Program ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN PK Ke-69 Unhas berharap dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam mencegah hipertensi sekaligus memperkuat sinergi antara mahasiswa, masyarakat, Pemerintah Kelurahan Arawa, dan UPT Puskesmas Lawawoi dalam mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan.

TIM MEDIA KKN

post-image

Cegah Diare Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unhas Edukasi PHBS ke Siswa SDN 2 Benteng

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat melalui Edukasi Pencegahan Diare di UPT SD Negeri 2 Benteng, Kelurahan Panreng, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang, Senin (20/7).

Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran 25 siswa mengenai pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai upaya mencegah diare sejak usia sekolah. Edukasi disampaikan melalui media poster, demonstrasi cuci tangan pakai sabun (CTPS), sesi tanya jawab interaktif, serta pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan siswa. Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Penanggung jawab program, Aisyah Fitriani Ramadhan, menjelaskan bahwa diare masih menjadi salah satu penyakit yang sering dialami anak usia sekolah, padahal sebagian besar kasusnya dapat dicegah melalui penerapan PHBS secara konsisten.

“Melalui kegiatan ini kami mengajak adik-adik memahami penyebab, cara pencegahan, dan pentingnya membiasakan hidup bersih dan sehat. Kami berharap kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan pakai sabun, memilih jajanan yang bersih, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan dapat terus diterapkan, baik di sekolah maupun di rumah,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, siswa mengikuti seluruh rangkaian edukasi dengan antusias, mulai dari memperhatikan materi, mempraktikkan enam langkah cuci tangan pakai sabun, hingga berpartisipasi dalam sesi tanya jawab dan post-test sebagai evaluasi pembelajaran.

Melalui program ini, mahasiswa KKN PK Ke-69 Unhas berharap pengetahuan yang diperoleh siswa dapat mendorong penerapan PHBS secara konsisten sehingga membantu menurunkan risiko diare serta membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini.

TIM MEDIA KKN

post-image

Lawan Perundungan, Mahasiswa KKN Unhas Ciptakan Lingkungan Sekolah Aman di Lamoncong

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja individu Lawan Perundungan di UPT SD Inpres 5/81 Lamoncong, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, Sabtu (18/7).

Program ini menghadirkan sosialisasi bahaya perundungan fisik, verbal, maupun siber (cyberbullying), pemutaran film pendek edukasi, serta lokakarya interaktif yang melatih empati siswa agar lebih peduli terhadap teman sebayanya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa dalam mencegah perundungan sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif. Program ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas.

Koordinator Program, Raphael Carmelio Kristy, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menanamkan pemahaman kepada siswa agar berani bersuara ketika mengalami maupun menyaksikan perundungan, baik secara langsung maupun di dunia maya.

“Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa setiap individu berhak merasa aman dan dihargai, baik secara fisik maupun di dunia maya. Melalui program ini, kami mengajak siswa dan guru untuk berani bersuara serta memutus rantai perundungan,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, mahasiswa juga membagikan buku panduan yang memuat cara mengonfirmasi kebenaran informasi di media sosial sebagai bekal literasi digital bagi siswa. Sementara itu, Kepala UPT SD Inpres 5/81 Lamoncong, Daniah, SPd, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut.

“Program ini sangat membuka wawasan siswa. Kami berharap nilai-nilai toleransi dan saling menghargai yang diperkenalkan mahasiswa dapat terus menjadi budaya positif di lingkungan sekolah,” tuturnya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Unhas berharap upaya pencegahan perundungan dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari budaya sekolah yang aman, inklusif, serta saling menghargai.

TIM MEDIA KKN

Pilih jenis token yang ingin Anda cek:

Cek Token Peserta

Cek Status Pengajuan Registrasi KKN

Cek Token DPK

Cek Status DPK