Lawan Perundungan, Mahasiswa KKN Unhas Ciptakan Lingkungan Sekolah Aman di Lamoncong
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja individu Lawan Perundungan di UPT SD Inpres 5/81 Lamoncong, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, Sabtu (18/7).
Program ini menghadirkan sosialisasi bahaya perundungan fisik, verbal, maupun siber (cyberbullying), pemutaran film pendek edukasi, serta lokakarya interaktif yang melatih empati siswa agar lebih peduli terhadap teman sebayanya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa dalam mencegah perundungan sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif. Program ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas.
Koordinator Program, Raphael Carmelio Kristy, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menanamkan pemahaman kepada siswa agar berani bersuara ketika mengalami maupun menyaksikan perundungan, baik secara langsung maupun di dunia maya.
“Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa setiap individu berhak merasa aman dan dihargai, baik secara fisik maupun di dunia maya. Melalui program ini, kami mengajak siswa dan guru untuk berani bersuara serta memutus rantai perundungan,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, mahasiswa juga membagikan buku panduan yang memuat cara mengonfirmasi kebenaran informasi di media sosial sebagai bekal literasi digital bagi siswa. Sementara itu, Kepala UPT SD Inpres 5/81 Lamoncong, Daniah, SPd, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut.
“Program ini sangat membuka wawasan siswa. Kami berharap nilai-nilai toleransi dan saling menghargai yang diperkenalkan mahasiswa dapat terus menjadi budaya positif di lingkungan sekolah,” tuturnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Unhas berharap upaya pencegahan perundungan dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari budaya sekolah yang aman, inklusif, serta saling menghargai.
TIM MEDIA KKN



