post-image

Mahasiswa KKN Unhas Tanamkan Kebiasaan Menabung dan Kepedulian Lingkungan kepada Siswa SD di Desa Lainungan

Mahasiswa KKN Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) Posko Desa Lainungan melaksanakan program kerja bertajuk "Edukasi Literasi Keuangan dan Kebiasaan Menabung melalui Pembuatan Celengan dari Botol Bekas" di SDN 1 dan SDN 3 Lainungan, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan siswa sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan botol plastik bekas menjadi celengan, Jumat-Sabtu (25/7).

Kegiatan diawali dengan pre-test, dilanjutkan penyampaian materi mengenai pentingnya menabung sejak dini serta perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Selanjutnya, siswa diajak menghias celengan dari botol bekas sebelum mengikuti post-test sebagai evaluasi dan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama.

Penanggung jawab program, Thomasine Lesly, menjelaskan bahwa kegiatan dirancang dengan metode pembelajaran yang interaktif agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.

"Melalui kegiatan ini, kami mengenalkan pentingnya menabung sejak dini serta mengajarkan siswa memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Celengan dari botol bekas juga menjadi media untuk belajar berkreasi sekaligus memanfaatkan barang yang sudah tidak terpakai," jelasnya.

Koordinator Desa KKN Inovasi Desa Lainungan Gelombang 116 Unhas, Muh. Taufik Hidayat, menambahkan bahwa program ini tidak hanya mengajarkan pengelolaan keuangan sederhana, tetapi juga membangun kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

"Melalui pemanfaatan botol bekas menjadi celengan kreatif, kami berharap siswa SDN 1 dan SDN 3 Lainungan semakin peduli terhadap lingkungan sekaligus terbiasa menabung sejak usia dini," pungkasnya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap siswa dapat menerapkan kebiasaan menabung dan menjaga lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian SDGs poin 4 (Pendidikan Berkualitas), poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui penguatan literasi keuangan, pendidikan karakter, dan pemanfaatan kembali limbah plastik.

TIM MEDIA KKN

post-image

Mahasiswa KKN Unhas Terapkan Irigasi Tetes dari Limbah Botol Plastik di Kelurahan Lakessi

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) Posko Kelurahan Lakessi melaksanakan program kerja Penerapan Irigasi Tetes dari Limbah Botol Plastik pada Budidaya Tanaman di Kelurahan Lakessi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sabtu (25/07).

Program ini bertujuan meningkatkan efisiensi penggunaan air melalui sistem irigasi tetes, memanfaatkan limbah botol plastik sebagai alat penyiraman sederhana, serta mendukung budidaya tanaman pekarangan yang lebih produktif. Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak, melalui pemanfaatan air secara lebih efisien di tingkat rumah tangga.

Penanggung jawab program, Hilda Ainil Wulandari, memaparkan konsep dan manfaat irigasi tetes kepada warga, mendemonstrasikan pembuatan alat menggunakan botol plastik bekas, lalu memasangnya pada tanaman budidaya di polybag sebagai contoh penerapan.

"Melalui program ini saya ingin menunjukkan bahwa botol plastik bekas dapat dimanfaatkan menjadi sistem irigasi tetes yang sederhana, murah, dan mampu menghemat penggunaan air, khususnya untuk tanaman pekarangan saat musim kemarau," ujar Hilda.

Masyarakat mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif bertanya mengenai pengaturan tetesan air, ketahanan alat, hingga cara perawatannya. Salah seorang warga mengaku inovasi tersebut mudah diterapkan karena memanfaatkan bahan yang mudah diperoleh.

"Alat ini mudah dibuat dan bisa membantu penyiraman tanaman, terutama saat musim kemarau," ujarnya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Gelombang 116 Unhas berharap masyarakat dapat menerapkan irigasi tetes secara mandiri sebagai solusi hemat air, mengurangi limbah plastik, serta mendukung budidaya tanaman pekarangan yang berkelanjutan.

TIM MEDIA KKN

post-image

Mahasiswa KKN-T Perubahan Iklim Unhas Edukasi Pemilahan Sampah di Tiga RW Kelurahan Bira

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja Edukasi Pemilahan Sampah di tiga wilayah Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, yaitu RW 04 pada Rabu (22/07), RW 06 pada Jumat (24/07), dan RW 01 pada Sabtu (25/07). 

Kegiatan ini dihadiri oleh ketua RW, ketua RT, serta masyarakat setempat sebagai upaya meningkatkan kesadaran warga dalam memilah sampah sejak dari rumah. Program edukasi dilaksanakan secara interaktif melalui penyampaian materi dan sesi diskusi. 

Mahasiswa KKN-T menjelaskan pentingnya pemilahan sampah, dampak lingkungan akibat sampah yang tidak dipilah, keterkaitannya dengan perubahan iklim, pengenalan jenis-jenis sampah, cara memilah sampah dengan benar, hingga alternatif pengolahan sampah yang sudah tidak lagi diterima di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Makassar. 

Selama kegiatan berlangsung, masyarakat menunjukkan antusiasme dengan aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam menerapkan pemilahan sampah. Salah satu persoalan utama yang disampaikan warga adalah belum tersedianya wadah khusus untuk memilah sampah di lingkungan mereka. 

Menanggapi hal tersebut, mahasiswa KKN-T menyarankan agar masyarakat memanfaatkan wadah yang sudah tersedia di rumah, seperti ember bekas cat, galon bekas, atau wadah lainnya, sehingga pemilahan sampah dapat mulai diterapkan tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan. Ketua RW 01 Kelurahan Bira, Multazam, berharap pemerintah dapat memberikan dukungan berupa penyediaan fasilitas pemilahan sampah bagi masyarakat. 

"Untuk saat ini kita belum bisa melakukan pemilahan karena belum disediakan wadah. Harapan saya untuk Pemerintah Kota Makassar, kami ingin melaksanakan program pemerintah, namun kendalanya masyarakat yaitu tidak adanya wadah tempat untuk memilah. Saya harap Pemkot Makassar melalui kecamatan dan kelurahan dapat memfasilitasi hal tersebut agar pemilahan sampah bisa terlaksana dengan baik," ujarnya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-T berharap masyarakat Kelurahan Bira dapat mulai menerapkan kebiasaan memilah sampah dari rumah menggunakan sarana yang tersedia. Program ini juga sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) poin 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) , tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim).

TIM MEDIA KKN

Pilih jenis token yang ingin Anda cek:

Cek Token Peserta

Cek Status Pengajuan Registrasi KKN

Cek Token DPK

Cek Status DPK