post-image

Mahasiswa KKN Unhas Perkuat Karakter Remaja melalui Program Pohon Impian di Barru

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Daerah Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja individu Pohon Impian di Aula UPTD SMP Negeri 10 Barru, Kelurahan Lompo Riaja, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, Selasa (21/7).

Program kerja tersebut menghadirkan rangkaian kegiatan penguatan karakter bagi 33 siswa kelas VII, VIII, dan IX. Kegiatan diawali dengan menuliskan cita-cita dan harapan pada sticky note yang ditempelkan pada media pohon sebagai simbol komitmen meraih masa depan yang lebih baik. Siswa kemudian mengikuti sesi edukasi mengenai penguatan disiplin dan karakter oleh Bhabinkamtibmas, konsekuensi hukum kenakalan remaja oleh Babinsa, serta dampak rokok, narkoba, dan alkohol yang disertai screening kesehatan oleh UPTD Puskesmas Ralla.

Untuk mengukur efektivitas program, mahasiswa melaksanakan pre-test dan post-test yang menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa setelah mengikuti rangkaian kegiatan. Di akhir kegiatan, mahasiswa menyerahkan buku saku edukasi kepada pihak sekolah, memasang media Pohon Impian sebagai pengingat komitmen siswa dalam meraih cita-cita, serta memberikan apresiasi kepada tiga peserta terbaik. Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke 3, ke 4 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera dan Pendidikan Berkualitas.

Pembina OSIS UPTD SMP Negeri 10 Barru, Asriadi, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Semoga siswa dapat memanfaatkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh hari ini sebagai bekal dalam mengambil keputusan yang baik serta terus mengembangkan karakter positif,” ujarnya.

Sementara itu, dr Nurwahida dari UPTD Puskesmas Ralla menegaskan pentingnya menjaga kesehatan remaja melalui perilaku hidup sehat dan menjauhi penyalahgunaan zat adiktif.

“Pilihan hidup sehat yang dibangun sejak remaja akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang produktif, berprestasi, dan siap menghadapi masa depan,” tuturnya.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, aparat keamanan, dan tenaga kesehatan, program ini diharapkan mampu memperkuat karakter remaja sekaligus mendorong mereka menjauhi pergaulan negatif dan terus berkomitmen meraih cita-cita.

TIM MEDIA KKN


post-image

Tingkatkan Minat Belajar Bahasa Inggris Siswa SD, Mahasiswa KKN Unhas Hadirkan Pembelajaran Interaktif

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja bertajuk “Interactive English Learning for Young Learners” di tiga sekolah dasar di Desa Cinnongtabi, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal  17, 20, dan 21 Juli di SDN 161 Cinnongtabi, SDN 162 Cinnongtabi, dan SDN 312 Cinnongtabi. 

Program di bawah bimbingan Dosen Pendamping Kegiatan (DPK) KKN, Dr. Ir. A. Sadapotto, M.P., ini bertujuan meningkatkan kemampuan dasar bahasa Inggris siswa melalui pembelajaran yang interaktif, kreatif, dan menyenangkan sebagai bentuk dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education).

Materi yang diberikan meliputi Body Parts, Days of the Week, dan Months of the Year. Pembelajaran diawali dengan sesi warm-up (pemanasan) untuk membangun antusiasme siswa, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi, permainan edukatif, dan kuis interaktif guna mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari.

Selama kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan berpartisipasi aktif dalam setiap sesi pembelajaran, menjawab pertanyaan, mengikuti permainan, dan menyelesaikan kuis dengan baik. Kepala SDN 161 Cinnongtabi, Hj. Ratnawati, S.Pd.I, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. 

“Program ini sangat bagus karena dapat menghilangkan rasa takut berbahasa pada anak dan membangun kepercayaan diri mereka. Program ini sangat direkomendasikan untuk terus dilanjutkan dan dikembangkan,” ujarnya.

Penanggung jawab kegiatan sekaligus mahasiswa Program Studi Sastra Inggris, Nabilah, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar Bahasa Inggris yang menyenangkan melalui metode pembelajaran yang interaktif. Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat belajar sekaligus membangun kepercayaan diri siswa dalam menggunakan bahasa Inggris sejak usia dini.

TIM MEDIA KKN

post-image

Mahasiswa KKN Unhas Edukasi Keselamatan Berkendara dan Pertolongan Pertama bagi Generasi Pesisir

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja bertajuk "Siaga di Darat, Sigap di Laut: Edukasi Keselamatan Berkendara dan Pertolongan Pertama bagi Generasi Pesisir" untuk siswa kelas 9 di MTs DDI Cambalagi, Desa Tupabbiring, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Selasa (21/07).

Program ini merupakan salah satu bentuk pemberdayaan desa yang berfokus pada peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan generasi muda pesisir terhadap potensi kecelakaan di darat maupun di laut. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi interaktif kepada siswa, meliputi edukasi keselamatan berkendara, keselamatan saat beraktivitas di laut, serta praktik dasar pertolongan pertama.

Penanggung jawab program, I Gusti Bagus Agung Amanta Pradipa, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai upaya membangun budaya keselamatan sejak dini, khususnya bagi masyarakat pesisir yang memiliki mobilitas tinggi baik di jalan maupun di laut.

"Generasi pesisir memiliki risiko yang cukup tinggi terhadap kecelakaan, baik saat berkendara maupun ketika beraktivitas di laut. Melalui edukasi ini, kami berharap peserta tidak hanya memahami pentingnya keselamatan, tetapi juga memiliki kemampuan dasar memberikan pertolongan pertama," ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari pihak sekolah serta pemerintah desa yang turut memfasilitasi jalannya program. Salah satu guru MTs DDI Cambalagi, Saniah memberikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut karena dinilai relevan dengan kondisi masyarakat Desa Tupabbiring.

"Program ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari para siswa. Kami berharap edukasi seperti ini dapat terus dilakukan agar kesadaran mengenai keselamatan dan kemampuan memberikan pertolongan pertama semakin meningkat," ungkapnya.

Program edukasi keselamatan dan mitigasi kecelakaan ini sejalan dengan pencapaian SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being), khususnya target mengurangi angka kematian serta cedera akibat kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan pencegahan cedera di kawasan pesisir melalui keterampilan pertolongan pertama.

TIM MEDIA KKN

Pilih jenis token yang ingin Anda cek:

Cek Token Peserta

Cek Status Pengajuan Registrasi KKN

Cek Token DPK

Cek Status DPK