Mahasiswa KKN Unhas Edukasi Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Maggot BSF di Kelurahan Duampanua
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan sosialisasi dan pelatihan pengelolaan sampah organik berbasis maggot Black Soldier Fly (BSF) di Kelurahan Duampanua, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sabtu (25/7).
Program ini bertujuan mengedukasi masyarakat dalam mengelola sampah organik menjadi produk yang bernilai ekonomis, seperti pupuk dan pakan ternak
Penanggung jawab program, Ahmad Afandi, menjelaskan bahwa budidaya maggot BSF dapat menjadi solusi dalam mengurangi sampah organik sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
"Melalui program ini, kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan maggot BSF sebagai alternatif pengelolaan sampah yang mudah diterapkan. Selain mengurangi sampah rumah tangga, budidaya maggot juga memberikan manfaat bagi sektor ekonomi, pertanian, dan peternakan," jelasnya.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah organik, dilanjutkan pengenalan budidaya maggot BSF dan demonstrasi pemanfaatan limbah organik sebagai pakan maggot. Melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan pada metode pengelolaan sampah yang sederhana, ramah lingkungan, dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua TP PKK Kelurahan Duampanua, Jumliani, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut karena memberikan pengetahuan sekaligus solusi bagi masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang cara mengelola sampah organik menjadi sesuatu yang bernilai. Kami harap program ini dapat terus dilanjutkan sehingga mampu menciptakan lingkungan yang bersih dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.
Melalui program ini, diharapkan masyarakat dapat menerapkan pengelolaan sampah organik berbasis maggot BSF secara berkelanjutan. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian SDGs poin 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan bernilai guna.
TIM MEDIA KKN



