MAKASSAR, UNHAS — Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui KKN Tematik Tanggap Bencana Nusa Tenggara Timur (NTT) Gelombang 117 Tahun 2026. Program ini diaktifkan sebagai respons cepat Unhas terhadap gempa yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur pada 14 Agustus 2026 dan menimbulkan dampak signifikan bagi masyarakat.
Sesaat setelah menerima informasi mengenai bencana tersebut, Subdirektorat Pembelajaran Berbasis Masyarakat Unhas berkoordinasi dengan Pusat Studi Kebencanaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unhas serta jejaring kebencanaan untuk menganalisis situasi dan memetakan kebutuhan di lapangan. Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, Unhas memutuskan untuk mengaktifkan KKN Tematik Tanggap Bencana sebagai bagian dari upaya mendukung penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak.
Kepala Subdirektorat Pembelajaran Berbasis Masyarakat, Dr. Ir. Sulaeha, SP., M.Si., menjelaskan bahwa KKN Tanggap Bencana merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya ditujukan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan kemanusiaan, penanganan bencana, dan pemberdayaan masyarakat.
Antusiasme mahasiswa untuk berkontribusi dalam misi kemanusiaan tersebut cukup tinggi. Puluhan mahasiswa mendaftarkan diri untuk mengikuti program KKN Tematik Tanggap Bencana. Para peserta kemudian diseleksi berdasarkan latar belakang keilmuan, kompetensi, pengalaman, serta keterampilan yang relevan dengan kebutuhan di lapangan.
Proses persiapan dilakukan dalam waktu relatif singkat. Mahasiswa terpilih mendapatkan pembekalan dari Pusat Studi Kebencanaan Unhas yang mencakup batas peran mahasiswa, prosedur keselamatan, pola koordinasi, serta kondisi yang berpotensi dihadapi selama berada di wilayah terdampak.
Dalam tahap persiapan tersebut, Unhas juga membangun koordinasi dengan berbagai pihak yang memiliki pengalaman dan kapasitas dalam penanganan bencana. Salah satunya melalui jejaring Disaster Management Center Ikatan Alumni Teknik (DMC Ikatek) yang dipimpin oleh Muhammad Syukri Turusi. Kolaborasi tersebut diarahkan agar keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari jejaring penanganan bencana yang telah tersedia di lapangan, bukan bekerja secara terpisah.
Semangat pengabdian selanjutnya diteguhkan melalui pelepasan resmi tim oleh Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., seusai Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Senin, 17 Agustus 2026 di lingkungan Kampus Unhas, Tamalanrea, Makassar.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Unhas menegaskan bahwa kehadiran perguruan tinggi dalam situasi bencana merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan bukan sekadar kegiatan simbolik. Perguruan tinggi, menurutnya, perlu hadir sebagai bagian dari solusi ketika masyarakat menghadapi persoalan kemanusiaan yang membutuhkan respons cepat, terkoordinasi, dan berbasis keahlian.
“Komitmen kampus untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat bukan sekadar slogan. Unhas membangun sistem tanggap cepat agar sumber daya perguruan tinggi dapat bergerak ketika masyarakat menghadapi situasi darurat,” ujarnya.
Tim Lintas Disiplin Diterjunkan
Sebanyak 10 mahasiswa KKN Tematik Tanggap Bencana Gelombang 117 diterjunkan dalam tim pertama. Mereka berasal dari berbagai disiplin ilmu yang diharapkan dapat memperkuat kapasitas tim dalam merespons kebutuhan masyarakat secara lebih komprehensif.

Kesepuluh mahasiswa tersebut terdiri atas:
Angga Anugrah — Fisika 2023
Nadhiva Amelia Naura — Geofisika 2022
Muhammad Aflahal Mukmin — Hubungan Internasional 2023
Renaldi — Teknik Pertambangan 2024
Reynhard Kanna Lengkong — Pendidikan Dokter 2024
Vargas Radho Nuru — Peternakan 2025
Andi Nurul Mazaya — Geofisika 2024
Lantar Maulana Anugerah Daiva — Pendidikan Dokter 2024
Muhammad Rizki Rivaldo — Pendidikan Dokter Gigi 2023
A. Fathur Rahman — Ilmu Hukum 2023
Keragaman keilmuan tersebut meliputi bidang fisika, geofisika, hubungan internasional, teknik pertambangan, kedokteran, peternakan, kedokteran gigi, dan ilmu hukum. Selain menjadi bagian dari respons kemanusiaan, keterlibatan mahasiswa juga menjadi ruang pembelajaran langsung mengenai kebencanaan, kerja kolaboratif, dan pengabdian kepada masyarakat dalam situasi darurat.
Bertolak dari Makassar Menuju NTT
Rangkaian persiapan berlanjut hingga keberangkatan tim pada Rabu, 19 Agustus 2026. Tim bertolak dari Makassar menuju Labuan Bajo pada pukul 10.35 WITA.
Rombongan dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., Sp.BM(K). Turut mendampingi dalam misi tersebut Ilham Alimuddin, S.T., M.GIS., Ph.D., selaku Dosen Pendamping Kegiatan KKN (DPK) yang sekaligus menjabat sebagai Kepala Pusat Studi Kebencanaan LPPM Unhas.

Menurut Prof. Muhammad Ruslin, keberangkatan tim merupakan bentuk respons cepat Unhas terhadap bencana yang terjadi di NTT. Kehadiran mahasiswa dirancang agar dapat menjadi bagian dari sistem penanganan yang telah berjalan serta mampu memberikan kontribusi sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Ini merupakan misi kemanusiaan Unhas. Tim kami berangkat menuju Labuan Bajo dan selanjutnya akan membuka posko di Manggarai dan Manggarai Timur. Mahasiswa akan berada di lokasi kurang lebih dua minggu,” ujarnya.
Selain tim mahasiswa, Unhas juga menyiapkan dukungan bantuan logistik sebagai bagian dari respons terhadap kebutuhan masyarakat terdampak.
Tiba di Ruteng, Serahkan Bantuan Logistik
Setelah menempuh perjalanan dari Makassar menuju Labuan Bajo, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, dan tiba pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Setibanya di Manggarai, tim langsung menuju Posko BNPB Ruteng yang menjadi salah satu pusat koordinasi kegiatan selama menjalankan misi kemanusiaan.
Pada kesempatan tersebut, Universitas Hasanuddin menyerahkan bantuan logistik kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai. Bantuan berupa kebutuhan makanan dan kebutuhan lainnya diserahkan secara simbolis oleh Prof. drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., Sp.BM(K) didampingi Ilham Alimuddin, S.T., M.GIS., Ph.D., bersama perwakilan mahasiswa KKN-TB Gelombang 117.
Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, Lambertus Paput, S.Sos.
Penyerahan bantuan menjadi bagian dari respons awal Unhas sekaligus bentuk dukungan terhadap pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi kondisi pascabencana.
Setelah penyerahan bantuan dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta pihak terkait, tim kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Lambaleda, Kabupaten Manggarai Timur untuk mempersiapkan posko dan menjalankan rangkaian kegiatan kemanusiaan serta pengabdian masyarakat.
Dari Kampus untuk Kemanusiaan
Kehadiran KKN Tematik Tanggap Bencana Gelombang 117 menjadi bagian dari upaya Unhas untuk membangun sistem respons cepat yang melibatkan sumber daya akademik, mahasiswa, jejaring kelembagaan, serta mitra kebencanaan.
Melalui program tersebut, Unhas tidak hanya mengirim bantuan, tetapi juga menghadirkan sumber daya manusia dengan berbagai kompetensi untuk mendukung penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak.
Gerakan tersebut sekaligus menegaskan semangat Humaniversity yang menempatkan kemanusiaan sebagai bagian penting dari pengabdian perguruan tinggi.
Dari kampus, tim bergerak menuju wilayah terdampak. Membawa ilmu, keterampilan, kepedulian, dan semangat pengabdian untuk menjadi bagian dari proses pemulihan masyarakat di Nusa Tenggara Timur.
KKN Tematik Tanggap Bencana NTT Gelombang 117 Tahun 2026
Hadir untuk membantu, bergerak untuk kemanusiaan, dan bersama dalam pemulihan NTT
#KKNUnhas #KKN117 #KKNTanggapBencana #KKNTematik #Unhas #UnhasHumaniversity #UnhasUntukNTT #NTT #Manggarai #ManggaraiTimur #TanggapBencana #MisiKemanusiaan #PengabdianKepadaMasyarakat #KKNUnhas117 #DMCIkatek