post-image

Mahasiswa KKN-T Unhas Rancang Program Pengembangan Desa Wisata Budaya di Lembang Langda

Tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas)menggelar Seminar Program Kerja di Lembang Langda, Kecamatan Sopai, Toraja Utara, Kamis (16/7). Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menyelaraskan program mahasiswa dengan pemerintah dan masyarakat setempat.

Acara ini dihadiri oleh Camat Sopai, perwakilan Dinas Pendidikan, Kepala Lembang Langda, Kepala Dusun, serta warga setempat. Koordinator Lembang KKN-T Unhas, Andri Trimeilianto Latanna, menjelaskan bahwa penyusunan program kerja ini merupakan hasil observasi lapangan selama satu minggu dan diskusi bersama Dosen Pendamping Kegiatan(DPK).

"Program kerja kami mencakup tiga pilar utama, yaitu Digitalisasi Layanan Masyarakat, Identifikasi dan Pengembangan Potensi Lembang, serta Tata Kelola Lingkungan Hidup yang Bersih dan Sehat. Dari tiga pilar tersebut, terdapat 11 sub-program seperti pembuatan profil dan video lembang, peta digital, infografis desa, sosialisasi PHBS, pengelolaan sampah, serta pendataan administrasi," jelas Andri.

Gagasan bank sampah mendapat apresiasi penuh dari pemerintah dan warga. Kepala Lembang Langda menyampaikan dukungannya terhadap mahasiswa dan berharap semua program membawa dampak jangka panjang. 

"Saya berharap mahasiswa KKN-T dapat membantu perkembangan Lembang Langda melalui program yang disusun. Kami selaku pemerintah dan warga siap mendukung penuh serta memfasilitasi pelaksanaan program tersebut," ungkap Kepala Lembang.

Melalui seminar program kerja, mahasiswa KKN-T Unhas berharap mendapat dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak. Program yang dirancang dapat menjadi langkah nyata mendukung Lembang Langda menuju pengembangan desa wisata budaya  berbasis kearifan lokal yang berdaya saing hingga tingkat internasional.

Rangkaian program kerja yang mengombinasikan pelestarian potensi budaya lokal, tata kelola sampah, dan digitalisasi wilayah ini sejalan dengan pencapaian SDG 11 Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities), khususnya dalam upaya melindungi serta melestarikan warisan budaya dan lingkungan permukiman desa agar tetap bersih, tangguh, dan berdaya saing secara berkelanjutan.

TIM MEDIA KKN

post-image

Sasar Penguatan UMKM dan Digitalisasi, KKN Unhas Usung Program BERDAYA di Lompulle

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) sukses menggelar Seminar Program Kerja di Desa Lompulle, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (16/07).

Forum ini menjadi ruang diskusi bagi mahasiswa untuk memaparkan sembilan program kerja yang telah disusun berdasarkan hasil observasi kebutuhan masyarakat. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Desa Lompulle, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, tokoh masyarakat, serta Dosen Pendamping Lapangan (DPL).

Mahasiswa KKN-T Unhas, Mega Muniarti Lestari menjelaskan bahwa mereka menghadirkan satu program kolektif dan delapan program individu. Program kolektif yang menjadi unggulan bertajuk Bersama Mendorong Daya Saing Usaha (BERDAYA). 

“Program tersebut difokuskan pada pendampingan UMKM desa melalui penguatan identitas usaha, pemasaran digital, administrasi keuangan sederhana, hingga digitalisasi lokasi via Google Maps,” ungkapnya.

Sementara itu, delapan program individu yang dicanangkan meliputi digitalisasi layanan administrasi desa berbasis QR Code, penguatan keuangan BUMDes, penyusunan peta potensi perikanan, pembuatan reflektor jalan tani, edukasi Smart Energy Corner, pembuatan video profil desa berbahasa Prancis, promosi Geopark Sungai Walannae, serta pendampingan QRIS bagi UMKM.

Rangkaian program inovasi ini dirancang selaras dengan capaian Sustainable Development Goals (SDGs) Desa. Di antaranya SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) lewat program BERDAYA, SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui digitalisasi layanan, SDGs 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) pada aspek keselamatan infrastruktur dan wisata, serta SDGs 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh).

Melalui pelaksanaan program tersebut, Mega berharap mahasiswa KKN-T dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Desa Lompulle sekaligus mendorong terciptanya pembangunan desa yang lebih inovatif, partisipatif, dan berkelanjutan.

TIM MEDIA KKN

post-image

KKN Unhas Satukan Gagasan bersama Masyarakat Desa Takkalasi melalui Seminar Program Kerja

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan seminar Program Kerja di Aula Kantor Desa Takkalasi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (16/07).

Mengusung tema "Menyatukan Gagasan, Menghadirkan Perubahan”, kegiatan ini dihadiri oleh Pemerintah Desa Takkalasi, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Babinsa, tenaga kesehatan, Gapoktan, tokoh masyarakat, serta Dosen Pendamping Kegiatan (DPK) Unhas secara daring.

Dalam seminar tersebut, koordinator mahasiswa memaparkan delapan program kerja yang terbagi ke dalam empat pilar utama, yakni pertanian, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan.

Pada sektor pertanian, program yang diusung meliputi Analisis Usaha Tani Berbasis Data, Mapping Kelompok Tani, serta Sosialisasi Pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL). Sementara di bidang pendidikan, dihadirkan program Membangun Kemampuan Public Speaking dan Edukasi Pencegahan Cyberbullying sejak dini.

Untuk sektor kesehatan, mahasiswa mencanangkan program Gerakan Gemar Makan Ikan (GEMARI) sebagai upaya menekan angka stunting. Terakhir, di bidang lingkungan, fokus diarahkan pada pemanfaatan limbah kulit jagung menjadi kertas daur ulang serta pembuatan tempat sampah minim asap.

Menanggapi rencana tersebut, Kepala Desa Takkalasi memberikan apresiasi terhadap pendekatan yang dilakukan mahasiswa KKN Unhas. Ia berharap program ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi warga desa.

“Kami mengapresiasi anak-anak Mahasiswa KKN Tematik Gelombang 116 Unhas karena sebelum menyusun program kerja, terlebih dahulu melakukan observasi dan berdiskusi dengan masyarakat. Kami berharap seluruh program ini dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Rangkaian program kerja ini juga dirancang selaras dengan capaian Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas), SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi Desa yang Bertanggung Jawab), serta SDGs 17 (Kemitraan untuk Pembangunan ).

TIM MEDIA KKN

Pilih jenis token yang ingin Anda cek:

Cek Token Peserta

Cek Status Pengajuan Registrasi KKN

Cek Token DPK

Cek Status DPK