post-image

KKN Literasi Unhas Paparkan Program Penguatan Literasi di Desa Bontokanang

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin menggelar Seminar Program Kerja di Aula Kantor Desa Bontokanang, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, Senin (13/07). 

KKN Tematik Literasi merupakan program kolaborasi antara Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) sebagai pusat penguatan budaya literasi di desa.

Seminar dihadiri Kepala Desa Bontokanang, Muhammad Setiawan, S.Ip., N.Lp., Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Babinsa, Penanggung Jawab TBM Kana Baji, serta unsur masyarakat.

Dalam sambutannya, Muhammad Setiawan menekankan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga menjadi fondasi dalam membangun pola pikir masyarakat yang lebih maju.

“Kita berharap adanya transformasi nilai pengetahuan terhadap masyarakat komunal menjadi masyarakat modern,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Koordinator Desa Bontokanang, Noval Putra Ramdhani, memaparkan tujuh program kerja yang akan dilaksanakan selama masa KKN. Program tersebut meliputi pengelolaan TBM, Membaca Nyaring, Cerdas Mengulas Buku, Membuat Proyek Berbasis Isi Buku Bacaan, Menulis Cerita Berbasis Isi Buku Bacaan, Kunjungan Literasi ke TBM, serta Apresiasi Literasi Tingkat Desa. Seluruh program dirancang untuk memperkuat budaya literasi sekaligus mengoptimalkan fungsi TBM sebagai ruang belajar masyarakat.

“Melalui tujuh program ini, kami berharap TBM tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang belajar yang aktif dan mampu meningkatkan minat baca, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis anak-anak di Desa Bontokanang,” kata Noval.

Seminar berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari pemerintah desa dan tokoh masyarakat terkait pelaksanaan program. Melalui sinergi tersebut, mahasiswa berharap seluruh program dapat berjalan optimal dan memberikan dampak berkelanjutan bagi penguatan budaya literasi di Desa Bontokanang.

TIM MEDIA KKN

post-image

Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas Paparkan Delapan Program Kerja di Ponrangae

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin menggelar Seminar Program Kerja di Kantor Kelurahan Ponrangae, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang, Senin (13/07).

Seminar dihadiri Lurah Ponrangae, Hartati, S.E., beserta jajaran, Bhabinkamtibmas, kepala lingkungan, kader kesehatan, perwakilan Puskesmas, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Dalam sambutannya, Hartati mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin di wilayahnya.

“Kami menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin di Kelurahan Ponrangae. Kami berharap seluruh program yang akan dilaksanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mempererat kerja sama antara mahasiswa, pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, dan masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, mahasiswa memaparkan delapan program kerja yang disusun berdasarkan hasil observasi lapangan dan identifikasi kebutuhan masyarakat. Program tersebut meliputi SIGAP SEMANGAT, SIGAP KESGIMUL, SIGAP HIPERTENSI, SIGAP PIRINGKU, SIGAP ANEMIA, SIGAP CERIA, SIGAP RABIES, dan SIGAP PPGD yang berfokus pada upaya promotif, preventif, serta edukasi kesehatan.

Seminar berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat guna menyempurnakan pelaksanaan program. Koordinator mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 di Kelurahan Ponrangae menegaskan pentingnya dukungan seluruh pihak dalam menyukseskan program yang telah dirancang.

“Seluruh program yang kami susun merupakan hasil identifikasi kebutuhan masyarakat dan koordinasi dengan pemerintah kelurahan serta Puskesmas. Kami berharap program-program ini dapat berjalan dengan dukungan seluruh elemen masyarakat sehingga mampu memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi Kelurahan Ponrangae,” ujarnya.

Pelaksanaan program tersebut mendukung pencapaian SDGs Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas), dan Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), serta sejalan dengan Asta Cita dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.

TIM MEDIA KKN

post-image

Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas Paparkan Program Kerja di Desa Wanio

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin menggelar Seminar Program Kerja di Desa Wanio, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang, Senin (13/07). Seminar turut dihadiri Dosen Pendamping KKN (DPK) Posko Desa Wanio, Rizky Chaeraty Syam, S.K.M., M.Kes., yang mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting.

Koordinator Desa KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Unhas di Desa Wanio, Purna Hidayat, menjelaskan, seluruh program merupakan hasil analisis kebutuhan masyarakat sehingga diharapkan dapat memberikan solusi terhadap berbagai persoalan kesehatan di desa.

“Program kerja yang kami susun merupakan hasil observasi lapangan serta analisis data kesehatan yang telah kami peroleh. Karena itu, kami berharap program-program ini dapat menjawab kebutuhan masyarakat Desa Wanio. Kami juga mengharapkan dukungan, partisipasi, dan kerja sama seluruh masyarakat agar setiap program dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujar Purna.

Sejumlah program unggulan yang diperkenalkan berfokus pada upaya promotif dan preventif, di antaranya Bank Sampah, Silent Killer (edukasi dan skrining hipertensi), RESPIRASI (edukasi ISPA, praktik cuci tangan, dan aksi sanitasi), Misi Senyum Sehat, JAS (Jelajah Jajan Sehat), PIPSADI (Pintar Pilah Sampah Sejak Dini), Tumbuh Optimal, edukasi pemanfaatan tanaman obat untuk pencegahan ISPA, serta Tubuhku Aman, Hatiku Nyaman melalui metode body mapping. Seluruh program dirancang dengan melibatkan pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, serta masyarakat agar pelaksanaannya berjalan optimal dan berkelanjutan.

Apresiasi juga disampaikan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Wanio, Drs. Najmuddin. Menurutnya, program-program yang disusun mahasiswa relevan dengan kebutuhan masyarakat dan berpotensi memberikan dampak positif apabila dilaksanakan dengan melibatkan seluruh elemen desa.

“Program kerja ini sangat baik karena membawa unsur kesehatan yang memang menjadi kebutuhan masyarakat. Saya berharap adik-adik KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin dapat berbaur dengan masyarakat sehingga program-program yang dijalankan dapat diterima dan memberikan manfaat,” katanya.

Pelaksanaan program ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being) melalui penguatan upaya promotif, preventif, deteksi dini faktor risiko penyakit, serta pemberdayaan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung Asta Cita ke-4 yang menitikberatkan pada pembangunan sumber daya manusia, khususnya di bidang kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, program-program tersebut diharapkan mampu menciptakan masyarakat Desa Wanio yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera.

Pilih jenis token yang ingin Anda cek:

Cek Token Peserta

Cek Status Pengajuan Registrasi KKN

Cek Token DPK

Cek Status DPK