Tekan Angka Stunting, Mahasiswa KKN-T Unhas Gelar Pendampingan di Kelurahan Ujung Bulu
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pencegahan Stunting Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar program kerja individu bertajuk “Happy Mealtime dan NutriKid.” Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan di Kelurahan Ujung Bulu, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Selasa (28/7).
Program ini dijalankan menggunakan metode door-to-door dengan menyasar langsung kediaman orang tua yang memiliki anak terindikasi mengalami gizi buruk. Penentuan sasaran program dirumuskan secara presisi berdasarkan data yang terhimpun dari tujuh posyandu di wilayah Kelurahan Ujung Bulu.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN-T memberikan konseling tatap muka mengenai pemenuhan gizi seimbang, penerapan pola makan sehat, hingga strategi menciptakan suasana makan yang menyenangkan (happy mealtime) agar anak lebih responsif terhadap asupan nutrisi. Guna memastikan pemantauan yang terukur, para orang tua dibekali Kartu Kontrol Gizi sebagai media pencatatan harian yang mencakup jenis makanan, frekuensi konsumsi, serta perkembangan pola makan anak.
Data harian tersebut nantinya menjadi bahan evaluasi bagi mahasiswa saat melakukan kunjungan berkala. Penanggung jawab program, Felicia Adeline Bakhtiar menuturkan bahwa pendekatan personal dipilih agar solusi nutrisi yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik tiap anak.
“Melalui program Happy Mealtime dan NutriKid, kami tidak hanya membagikan edukasi, tetapi juga membangun pendampingan yang berkelanjutan. Harapannya, orang tua dapat mengarahkan pola makan sehat di rumah secara mandiri sehingga status gizi anak membaik dan risiko stunting dapat dicegah sejak dini,” jelas Felicia.
Senada dengan hal tersebut, penanggung jawab kegiatan lainnya, Arifah Nurul Hasanah menekankan bahwa keberhasilan intervensi gizi sangat bergantung pada konsistensi pola asuh di dalam rumah tangga.
“Pemberian Kartu Kontrol Gizi diharapkan dapat membantu orang tua memantau kebiasaan makan anak setiap hari. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar bagi tumbuh kembang anak,” tutur Arifah.
Melalui upaya intervensi nutrisi dan edukasi pengasuhan ini, mahasiswa KKN-T Unhas berharap dapat meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat Ujung Bulu dalam menanggulangi gizi buruk. Inisiatif ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-2, yaitu Zero Hunger (Tanpa Kelaparan) khususnya dalam mengakhiri segala bentuk tengkes (stunting) dan malnutrisi pada anak, serta poin ke-3 Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera).


